Selamat datang di Toko Buku Aswaja. Kami bantu Anda untuk mendapatkan buku-buku Islam berpaham Ahlussunnah wal Jama'ah. Silakan hubungi sms center kami. Kami akan melayani Anda dengan senang hati.

Jumat, 13 September 2013

SURAH YASIN: MENGHADIRKAN NILAI-NILAI AL-QUR'AN DALAM KEHIDUPAN

Penulis: KH. Abd Basith AS
Penerbit: Muara Progresif
Harga: Rp 15.000.-

Sinopsis:


Membaca surah Yasin, atau dan surah-surah lain secara istiqamah, tentu sangat baik dan harus ditradisikan. Namun kita tidak bisa berhenti sebatas itu. Kita perlu mengembangkan tradisi itu dengan menjadikan nilai-nilai yang dikandungnya menjadi unsur untuk diinternalisasi dan ditransformasi ke dalam kehidupan kita.


Bacaan al-Qur'an, khususnya surah Yasin, harus memberikan efek positif terhadap kecerdasan spiritual, syukur-syukur juga kecerdasan intelektual, bagi yang membaca dan bagi yang mendengarnya, sehingga keduanya mengalami perkembangan dan penguatan yang berpengaruh konkret terhadap kehidupan kita.


"Buku ini bukan hanya "sebaiknya", tapi "harus" dibaca oleh siapa pun yang merasa dirinya sebagai manusia yang tidak pernah sempurna." (Prof. Dr. H. Abd A'la, MA, Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya).
Selain Al Fatihah, Al Ikhlas dan Al Muawwidzatain, mungkin surah Yasin adalah surah yang paling banyak berinteraksi dengan kaum muslim. Yasin dibaca dalam setiap pertemuan kaum muslim, ketika tahlilan, ziarah kubur, bahkan dijadikan amal wasilah demi terkabulnya hajat. Yasin menjadi perekat sosial secara horizontal dan media berdialog dengan Allah secara vertikal. Disinilah urgensi Yasin menjadi penting. Hakikatnya yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat baik individu maupun sosial menjadikan Yasin begitu dibutuhkan bukan cuma sebagai ayat suci dalam relasi Khalik dan Makhluk tapi ayat sosial dalam relasi masyarakat.
Karenanya, menjadi wajar dan begitu urgen kalau surah Yasin dihaturkan ke hadapan masyarakat dengan disertai pemahaman. Misi agar Yasin menjadi nilai-nilai hidup dalam masyarakat inilah yang mengilhami penulis, K.H Abd Basith AS menghadirkan buku ini. Surah Yasin yang telah melembaga dalam batin masyarakat akan lebih bernilai jika dia hidup, lebih-lebih jika amanat dalam surah Yasin menjadi perilaku teladan masyarakat kita.
Buku ini terbagi dalam sejumlah bab. 14 bab khusus disajikan dengan menyajikan Yasin secara perkelompok mengikuti sistematika ayat yang tematik. Rujukannya sudah lebih dari cukup untuk menyajikan Yasin dari berbagai perspektif. Beberapa kitab muktabarah dijadikan rujukan dalam buku ini sehingga warna intelektualnya begitu mewarnai. Perspektif ilmu Tafsir dan ulumul Quran tercermin dari referensi Tafsir Jalalain, Tafsir Al Maraghi, Hasyiyatul Allamah As Shawi Ala Tafsiril Jalalain, Tafsiru Surah Yasin Syekh Hamami Zadah, juga Qabas Min Nuril Quran Muhammad Ali Asshabuni. Sementara tasawuf dan pendidikan adab menggunakan rujukan Ihya’ Ulumuddin, Sirajut Thalibin dan Mau’idhatul Mu’minin.
Dimulai dengan tafsir ayat pertama Surah Yasin yang sifatnya diskursus. Penulis nampaknya memilih pendapat jumhur ulama ahlu sunnah untuk menyerahkan penafsiran lafal Yasin di pembuka surah pada Allah. Meski penulis juga menyebutkan penafsiran Yasin menurut sejumlah ulama. Aspek keragaman nampak diperhatikan, meski penulis hanya menyebutkan arti Yasin menurut Ibnu Katsir dan Jalalain. Keragaman pemaknaan lafal Yasin yang disebut penulis, sebenarnya ditemukan sejak tafsir Abdullah Bin Abbas, Qatadah, Ikrimah, Al Mawardi dan Tafsir Al Kasyaf. Selain itu, pada bab pertama ini penulis menyebut identitas penyantun sebagai manifestasi rahmah dalam Islam. Sebuah upaya tak terputus untuk menyambungkan aspek sakral Al Rahim pada ayat kelima Yasin dengan aktivitas sosial.
Pemilihan referensi sebagai rujukan nampaknya jitu dan mengena. Ambil contoh, dalil tentang keesaan Tuhan yang dirujuk dari As Shabuni menyebutkan bahwa bahwa tanda-tanda di alam semesta sejak relasi bumi dan hujan, siang dan malam, peredaran bulan dan matahari serta fakta transportasi (19-23). Pemilihan tema ini sifatnya mengena karena bersifat identifikatif-observasif bagi setiap muslim. Artinya setiap muslim pasti menjumpai fenomena alamiah diatas sehingga tadabbur lebih mudah diaktifkan sesuai tingkat keilmuan masing-masing individu.
Selain aspek intelektual, sosial dan tauhid, buku ini juga menyertakan kekhasan sebagai buku warga NU. Di awal buku dicantumkan dalil tentang fadhilah Yasin yang mungkin bagi kalangan Wahabi bersifat problematik serta tak lupa di akhir buku penulis mencantumkan doa populer surah Yasin karya Habib Abdullah Bin Alwi Al Haddad. Walhasil, buku ini ternyata tak sesederhana tampilannya. Meski hanya 54 halaman, ilmu yang dituangkan Kyai Abd. Basith menjangkau jauh lebih banyak dari sekedar 54 halaman. Ada kalimat-kalimat tak tercetak yang disuguhkan penulis yang hanya bisa dipahami jika buku ini dibaca dengan penuh penghayatan dan ghirah untuk menghidupkan kesalehan. Sesuai misinya, buku ini cocok dibaca sejak lapisan elit, intelektual sampai masyarakat bawah.
- See more at: http://nusumenep.or.id/membangun-kesalehan-bersama-surah-yasin/#sthash.IuRBgCNG.dpuf

1 komentar :

fatihatur rohmah mengatakan...

bagaimana prosedur membelinya?

Posting Komentar

 
Copyright © 2011 . Toko Buku ASWAJA . All Rights Reserved
Home | Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Site map
Design by Herdiansyah . Published by Borneo Templates