Selamat datang di Toko Buku Aswaja. Kami bantu Anda untuk mendapatkan buku-buku Islam berpaham Ahlussunnah wal Jama'ah. Silakan hubungi sms center kami. Kami akan melayani Anda dengan senang hati.
Tampilkan postingan dengan label Top. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Top. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juni 2020

MENJAWAB VONIS BID'AH KAUM SALAFI-WAHABI

Penulis: Abiza el Rinaldi
Penerbit: Zahida Pustaka
Harga: Rp 49.000
Tebal: xii + 296 halaman

Sinopsis:


Buku ini merupakan jawaban atas vonis bid'ah yang difatwakan kaum Salafi-Wahabi terhadap sejumlah amalan yang dilaksanakan oleh mayoritas umat Islam. Di sini penulis memaparkan dalil-dalil yang dijadikan oleh kaum Salafi-Wahabi sebagai landasan untuk membid'ahkan berbagai amalan tersebut, kemudian penulis akan memberikan jawaban atas dalil-dalil itu.

Di buku ini Anda akan menemukan sebuah diskusi yang sangat menarik antara kaum Salafi-Wahabi yang senang membid'ahkan dengan para ulama Ahlussunnah wal Jama'ah yang sangat cerdas dalam memahami intisari ajaran Islam. Di buku ini pula Anda akan menemukan dalil-dalil dari setiap amalan yang divonis bid'ah oleh kaum Salafi-Wahabi dan Anda akan temukan kenyataan bahwa semua tuduhan bid'ah yang mereka lancarkan tidak dapat diterima dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I: Seputar Persoalan Bid'ah
A. Pemahaman Bid'ah
B. Hadits tentang "Semua Bid'ah adalah Sesat"
Bab II: Seputar Kelahiran
A. Tradisi Ngapati (Ngupati)
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
B. Tradisi Mitoni (Tingkepan)
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
C. Mengumandangkan Adzan dan Iqamah di Telinga Bayi yang Baru Lahir
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
      Hikmah Kumandang Adzan dan Iqamah di Telinga Bayi yang Baru Lahir
Bab III: Seputar Kematian
A. Talqin
     Dalil yang Membid'ahkan
     Jawabannya
B. Menyuguhkan Makanan kepada Orang yang Ta'ziyah dan pada Saat Tahlilan
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
C. Mengumandangkan Adzan dan Iqamah pada Saat Menguburkan Jenazah
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
D. Tradisi Tahlilan
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
E. Tradisi 7, 10, 100, dan 1000 Hari
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
F. Hadiah Pahala untuk Orang yang Telah Meninggal Dunia
      Dalil yang membid'ahkan
      Jawabannya
      Dalil Hadiah Pahala untuk Orang yang Telah Meninggal Dunia
          1. Doa Orang-orang Muslim
          2. Pahala Sedekah
          3. Pahala Puasa
          4. Pahala Haji
          5. Pahala Kurban
          6. Membayar Hutang
          7. Pahala Bacaan al-Qur'an
G. Bepergian untuk Menziarahi Kuburan Nabi, Para Wali dan Orang-orang Saleh
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
      Dalil Ziarah Kubur
H. Menyiram Air dan Bunga di Atas Kuburan
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
Bab IV: Seputar Ritual Shalat
A. Puji-pujian antara Adzan dan Iqamah
     Dalil yang Membid'ahkan
     Jawabannya
B. Melafazhkan Niat Sebelum Takbiratul Ihram
     Dalil yang Membid'ahkan
     Jawabannya
     Hal Lain yang Terkait dengan Persoalan Niat
C. Qunut Subuh
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
D. Mengusap Wajah Setelah Salam dan Berdoa
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
E. Bersalam-salaman Setelah Shalat
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
F. Dzikir Berjamaah
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
G. Dzikir dengan Suara Nyaraing (Dzikir Jahar)
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
H. Shalat Tarawih 20 Rakaat
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
      Tarawih 20 Rakaat Sunnah Nabi dan Dalilnya Shahih
I. Adzan Jumat Dua Kali
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
Bab V: Seputar Penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW
A. Maulid Nabi Muhammad SAW 
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
      Sikap yang Tidak Konsisten
B. Mengucapkan Sayyidina kepada Nabi SAW
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
C. Mahal al-Qiyam
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
D. Membaca Shalawat Selain yang Diajarkan Rasulullah SAW Secara Langsung
      Dalil yang Membid'ahkan
      Jawabannya
Daftar Pustaka
Tentang Penulis
Posted on 08.08 / 2 komentar / Read More

Selasa, 16 September 2014

BUKAN FITNAH, TAPI INILAH FAKTANYA

Menjawab Tuduhan "Dusta" Firanda, Sofyan Chalid, dan Waskita
Membongkar Tradisi Dusta Wahabi

Penulis: Syaikh Idahram
Penerbit: Pesantren Terjemah Indonesia
Harga: Rp 60.000.-

Sinopsis:

Kebiasaan berbohong yang dilakukan Ulama Wahabi nampaknya sudah mengakar dan mendarah daging. Perangai buruk seperti itu diajari oleh para ulamanya, lalu diikuti oleh para ustad dan da'inya.

Buku di tangan Anda ini sangat menarik. Karena selain mengupas sisi-sisi penting dan langka, bahan utama penyusunan buku ini berasal dari buku-buku berpaham Wahabi, dan disajikan dengan bahasa yang ringan, namun tetap mengedepankan kualitas isi dan validitas data.

Jika Anda seorang muslim, Anda wajib memiliki buku ini. Karena ilmu, informasi, dan pencerahan di dalamnya sangat berarti bagi keberlangsungan agama Anda.

-------------------------

"Kita benar-benar telah ditimpa bencana dengan sekelompok orang yang kerjanya hanya menyebarkan tuduhan kafir dan syirik...."
(Asy-Syaikh al-Muhaddits as-Sayyid Prof. Dr. Muhammad Alawi al-Maliki al-Hasani -- Ulama besar sufi, Pimpinan Pesantren al-Maliki di Rusyaifah, Mekkah, Saudi Arabia)

"Mereka mengubah nama Wahabi menjadi Salafi untuk mengelabui umat Islam... Juga, agar mereka merasa aman dan nyaman dari sorotan masyarakat dalam menyebarkan dakwahnya."
(Prof. Dr. Ali Gomaa -- Ulama besar al-Azhar, sekaligus Mufti Negara Mesir)

"Jika disebut Ahlussunnah dalam kitab-kitab ilmu -dalam berbagai disiplinnya- maka sesungguhnya itu adalah Asya'irah..."
(Prof. Dr. Muhammad Hasan Hitou, MD. -- Ulama terkemuka internasional asal Syiria, Direktur Pusat Kajian Islam di Frankfurt, Jerman)

"Pembagian Tauhid kepada Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Rububiyah (sebagaimana ajaran Wahabi) adalah pembagian yang sesat menyesatkan, termasuk bid'ah dan tidak diajarkan Salaf."
(Pusat Fatwa Mesir dan al-Azhar)
Posted on 11.38 / 0 komentar / Read More

Selasa, 06 Agustus 2013

DEBAT TERBUKA SUNNI VS WAHABI DI MASJIDIL HARAM

Penulis: M. Idrus Ramli
Penerbit: Bina Aswaja
Harga: Rp 20.000.-

Sinopsis:
Majalah Qiblati edisi Rajab 1423 H/Juni 2011 M, memuat artikel bantahan Syaikh Mamduh terhadap Buku Pintar Berdebat Dengan Wahabi seputar kisah dialog as-Sayyid Alwiy al-Maliki dengan Syaikh Ibnu Sa'di, ulama terkemuka kaum Wahabi.

Oleh karena ,itu, penulis berupaya meluangkan waktu seraya memohon pertolongan kepada Allah, untuk menulis jawaban ilmiah terhadap majalah Qiblati. Hal ini dilakukan agar tidak ada keraguan di kalangan kaum Muslimin bahwa ajaran Wahabi memang benar-benar ajaran batil dan harus diwaspadai. Tentu saja, dalam buku ini penulis hanya bermaksud menanggapi pernyataan Syaikh Mamduh yang memiliki bobot ilmiah agar tidak mengatakan syubhat ilmiah. Sedangkan pernyataan beliau yang jauh dari bobot ilmiah dan hanya bernilai retorika belaka, penulis memilih untuk tidak melayaninya...

Sepertinya Syaikh Mamduh agak terpengaruh dengan kaum Syiah dalam upaya menepis riwayat kelompok yang menjadi lawan ideologinya.

Bagi kami, Wahabi tidak ada bedanya dengan Syiah, dalam hal mengkafirkan kaum Muslimin di luar golongannya, karena ketidaktahuan mereka terhadap ajaran Islam yang murni dan diamalkan oleh generasi salaf.
Posted on 13.20 / 4 komentar / Read More

BUKU PINTAR BERDEBAT DENGAN WAHHABI

Penulis: M. Idrus Ramli
Penerbit: Bina Aswaja & LBM NU Jember
Harga: Rp 35.000.-

Sinopsis:

Sejak Tahun 2008 M, Tim LBM NU Jember seringkali diminta mengisi pelatihan dan internalisasi ASWAJA di kalangan warga Nahdliyyin di berbagai level. Tidak Jarang, dalam acara-acara tersebut dilakukan debat terbuka dengan mendatangkan tokoh-tokoh Salafi. Dari sekian banyak perdebatan itu, akhirnya penulis tertarik untuk membukukannya dalam buku ini.

Selain itu, buku ini juga memasukkan kisah-kisah perdebatan para ulama dulu dengan kaum Wahhabi, seperti dialog terbuka Sayyid Alwi Al-Maliki vs Syaikh Ibn Sa'di di MAsjidil Haram, dialog terbuka Syaikh al-Syanqithi dengan ulama Wahhabi tuna netra, dialog al-Hafidz Ahmad al-Ghumari di Makkah al-Mukarramah, dialog SYaikh Salim Alwan vs Dimasyqiyat di Australia, serta kisah-kisah dialog teman-teman yang pernah terlibat langsung dalam sebuah dialog dengan kaum Wahhabi, dengan harapan buku ini menjadi panduan dalam berdialog dengan aliran Wahhabi yang dewasa ini menamakan dirinya aliran Salafi.

Dengan membaca buku ini, Insya Allah, pembaca akan mampu berdialog dengan kaum Wahhabi dan Salafi.
Selamat Membaca...
Posted on 13.16 / 0 komentar / Read More

SEJARAH BERDARAH SEKTE SALAFI WAHABI

Penulis: Syaikh Idahram
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp 70.000.-

Sinopsis:
Buku ini menyingkap hal-hal penting dibalik wabah takfir (pengkafiran), tasyrik (pemusyrikan), tabdi' (pembid'ahan) dan Tasykik (upaya menanamkan keraguan) terhadap para ulama Ahlussunnah wal Jama'ah yang marak menjamur akhir-akhir ini. Semuanya disuguhkan secara sistematis namun ringan bagi Anda, diantaranya:

- kebenaran 17 (tujuh belas) ramalan Nabi Muhammad SAW akan kehadiran sekte Salafi Wahabi berikut ciri-ciri meraka yang terangkum dalam sabda-sabda Beliau.

- Sejarah berdirinya sekte Salafi Wahabi dan kepentingan-kepentingan tersembunyi di balik pendiriannya.

- Fakta-fakta pembunuhan sepanjang sejarah pendirian sekte Salafi Wahabi

- Tinjauan kritis terhadap kerancuan konsep dan manhaj Salafi Wahabi berikut propaganda "kembali kepada al-Qur'an dan Sunnah" yang mereka usung.
Posted on 13.13 / 0 komentar / Read More

MEREKA MEMALSUKAN KITAB-KITAB KARYA ULAMA KLASIK

Penulis: Syaikh Idahram
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp 70.000.-

Sinopsis:

Buku ini adalah buku ke-2 terkait trilogi data dan fakta penyimpangan salafi wahabi. Sebelumnya adalah "Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi" dan Buku ke-3 rencananya akan terbit dengan judul "Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi".

Adagium yang mengatakan bahwa, buku adalah pengikat ilmu, tidak ada yang mengingkarinya. Lebih dari itu, buku merupakan salah satu media utama dalam mencari kebenaran. Tclah berabad-abad lamanya, para ulama terdahulu mewarisi ilmu mereka kepada generasi setelahnya melalui buku yang mereka tulis. Buku menjadi sangat berharga dan penting. la menjadi sandaran utama umat dalam mencari kebenaran dan petunjukTuhan. Lalu,apajadinyajikabuku-buku para ulama yang mewarisi ilmu dan petunjukitu dikotori, diselewengkan, bahkan dipalsukan? Ke mana lagi umat ini hendak mencari kebenaran?

Barangkali Anda terperanjat, kasus-kasus penyelewengan Salafi Wahabi dalam hal amanah ilmiah ini sangat banyak dan beragam, sebagaimana yang-insya'Allah-akan dikupas dalam buku ini, seperti: pemusnahan dan pembakaran buku; sengaja meringkas, mentahkik, dan mentakhrij kitab-kitab hadis yang jumlah halamannya besar untuk menyembunyi-kan hadis-hadis yang tidak mereka sukai; menghilangkan hadis-hadis tertentu yang tidak sesuai dengan faham mereka; memotong-motong dan mencuplik pendapat ulama untuk kemudian diselewengkan maksud dan tujuannya; mengarang-ngarang hadis dan pendapat ulama; memerintahkan ulama mereka untuk menulis suatu buku, lalu mengatasnamakan buku itu dengan nama orang lain; tindakan intimidasi dan provokasi; membeli manuskrip; menyogok penerbit; sampai kepada pencurian buku-buku induk dan manuskrip untuk dihilangkan sebagian isinya, atau dimusnahkan semuanya.

Sering terjadinya kasus-kasus penyelewengan seperti ini dibenarkan oleh ulama-ulama kawakan di Timur Tengah, semisal: Mufti Mesir, Syaikh Prof. Dr. Ali Jum'ah; tokoh ulama Syria, al-Muhaddits asy-Syaikh Abdullah al-Harari al-Habasyi; tokoh ulama Maroko, al-Muhaddits as-Sayyid Ahmad al-Ghimari; tokoh ulama Syria, Prof. Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan al-Buthi; tokoh ulama tasawuf di Makah, al-Muhaddits asy-Syaikh Muhammad ibnu Alawi al-Maliki, dan ulama-ulama lainnya.

Sekte Salafi Wahabi sangat menyadari bahwa buku merupakan salah satu media paling efektif untuk 'mengarah-kan' umat kepada faham yang mereka inginkan. Karenanya, tidak aneh jika mereka sangat concern dalam ranah per-bukuan, penerbitan, dan penerjemahan. Beragam jenis buku -baik buku kertas maupun e-book/digital- mereka cetak untuk dibagikan secara gratis maupun dengan harga murah.

Barangkali juga terlintas dalam benak Pembaca suatu pertanyaan, mengapa Salafi Wahabi melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji itu? Di antara jawabannya adalah, karena faham penyelewengan, pemalsuan, perusakan, dan pe-lenyapan buku adalah doktrin ulama mereka, sebagai bagian dari upaya memperjuangkan akidah Salafi Wahabi yang mereka yakini paling benar. Anda mungkin tidak percaya, tapi inilah di antara bukti yang menunjukan bahwa, sekte Salafi Wahabi mendoktrinkan para pengikutnya untuk membakar dan melenyapkan buku-buku karya ulama Islam.

Salah seorang tokoh ulama Salafi Wahabi Saudi, Abu Ubaidah Masyhur ibnu Hasan Alu Salman menyatakan dalam salah satu bukunya, "Buku-buku semacam ini banyak dimiliki orang dan mengandung akidah-akidah sesat, seperti kitab: al-Fushush dan al-Futuhat karya Ibnu Arabi, al-Budd karya Ibnu Sab'in, Khal'u an-Na'lain karya Ibnu Qusai, 'Ala al-Yaqin karya Ibnu Bukhan, buku-buku sastra karya Ibnu Faridh, buku-buku karya al-Afif at-Tilmisani, dan buku-buku sejenisnya. Begitu juga kitab Syarh Ibnu Farghani terhadap kasidah dan syair Ibnu Faridh. Hukum semua buku yang semacam ini adalah, dilenyapkan keberadaannya (idzhab a'yaniha) kapan saja buku itu ditemukan, dengan cara dibakar, dicuci dengan air..." (lihat buku Salafi Wahabi: Kutub Hadzdzara minha al-Ulama, karangan Abu Ubaidah Masyhur ibnu Hasan Alu Salman, penerbit Dar ash-Shami'i, Riyadh, Saudi Arabia, h. 9)

Murid setia Ibnu Taimiyah sekaligus guru Salafi Wahabi, Ibnu Qayyim al-Jauziyah juga pernah menyatakan, "...Begitu juga, tidak perlu untuk mengganti rugi dalam membakar kitab-kitab sesat dan melenyapkannya (itlafuha)." (Lihat kitab: Zad al-Ma'ad karangan Ibnu Qayyim al-Jauziyah, penerbit Muassasah ar-Risalah, vol. 3, Beirut, Lebanon, h. 581).

Dalam bukunya yang lain, Ibnu Qayyim juga berwasiat untuk menghancurkan dan melenyapkan buku-buku bid'ah, "Maksudnya adalah, bahwa kitab-kitab yang mengandung kebohongan dan bid'ah ini wajib untuk dihilangkan dan dilenyapkan. Perbuatan (melenyapkan) ini lebih utama daripada melenyapkan alat-alat hiburan, musik, dan melenyapkan perabot minuman keras. Sungguh bahaya kitab-kitab itu jauh lebih besar dari bahaya-bahaya lain, dan tidak ada ganti-rugi dalam menghancurkan dan melenyapkannya." (Ibnu Qayyim a-Jauziyah: ath-Thuruq al-Hukmiyah fi as-Siyasah asy-Syar'iyah, penerbit Majma al-Fiqh al-Islami, Jeddah, Saudi Arabia 1428 H., h. 325).

Begitu juga dengan Ibnu Taimiyah, soko guru Salafi Wahabi. Ia telah mengeluarkan fatwa untuk membakar buku-buku yang dianggap bertentangan dengan fahamnya. (Lihat akhir nomor 59 dari kitab al-Akhbar dan kitab al-Jami' yang digabung dengan kitab Mushannaf Abd ar-Razaq 11/424, dan kitab Mushannaf Ibnu Abu Syaibah 6/211-212, penerbit Dar al-Fikr, bab Tahriq al-Kutub).

Jika kita berbaik sangka, barangkali wasiat dan fatwa Ibnu Taimiyah serta muridnya tentang pembakaran dan pelenyapan buku itu dimaksudkan untuk sesuatu yang baik. Yang menjadi rancu adalah, bid'ah dan sesat yang mereka berdua maksud, tidak sama dengan bid'ah dan sesat yang dimaksudkan oleh sekte Salafi Wahabi, wa bil khusus bid'ah dan sesat versi pendiri Salafi Wahabi, Muhammad Ibnu Abdul Wahab. Scbagaimana telah dikupas pada buku penulis yang ke-1, "Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi; Mereka Membunuh Nemuanya Termasuk Para Ulama", Muhammad Ibnu Abdul Wahab -begitu juga para pengikutnya- memang terkenal bengis dan kejam terhadap umat Islam yang tidak sepaham dengannya.
Posted on 13.11 / 0 komentar / Read More

Senin, 05 Agustus 2013

ULAMA SEJAGAD MENGGUGAT SALAFI-WAHABI

Penulis: Syaikh Idahram
Penerbit: Pustaka Pesantren
Harga: Rp 83.000.-

Sinopsis:
"Buku ini merupakan sumbangsih tak terhingga dalam memperkaya peta dialektika pemikiran bagi umat Islam Indonesia". (KH. Munzir Tamam, M.A., Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Prov. DKI Jakarta)

"Saya rasa, rumah-rumah setiap muslim perlu dihiasi dengan buku penting seperti ini, agar anak-anak mereka juga turut membacanya, untuk membentengi mereka dengan pemahaman yang lurus." (Ust. H. Muhammad Arifin llham, Pimpinan Majelis Zikir az-Zikra)

"Mereka mengubah nama Wahabi menjadi Salafi untuk mengelabui umat Islam... juga, agar mereka merasa aman dan nyaman dari sorotan masyarakat dalam menyebarkan dakwahnya..."(Prof. Dr. Ali Gomaa, ulama besar Al-Azhar sekaligus mufti Mesir)

"Al-Albani tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam menetapkan nilai suatu hadis, baik shahih ataupun dhaif. la telah mengubah hadis-hadis dengan sesuatu yang tidak boleh menurut ulama hadis..." (Al-Muhaddits Prof. Dr. Abdullah al-Ghimari, Guru Besar llmu Hadis di universitas-univesitas Maroko)

"Maaf, mereka hanya menjadi bencana bagi sunnah dan fitnah bagi Islam secara keseluruhan. Pada kenyataannya, sesungguhnya penyakit-penyakit jiwa ada pada mereka yang sangat fanatik itu..." (Prof. Dr. Muhammad al-Ghazali, dai internasional terkemuka di Timur Tengah asal Mesir)

Di antara ciri sekte Salafi Wahabi yang paling menonjol adalah klaim kebenaran yang mereka sematkan kepada Salafi Wahabi golongan mereka sendiri. Demi menjaga klaim tersebut, apa pun mereka lakukan, termasuk menyerang segala
pemahaman yang tidak sejalan. Tak aneh jika kemudian dakwah Salafi Wahabi
ditentang di mana-mana, digugat oleh para ulama di setiap masa.

Buku ini memaparkan, secara ringkas dan cerdas berbagai ketancuan dan penyimpangan tokoh-tokoh utama sekte Salafi Wahabi, berikut gugatan para ulama terkemuka Ahlussunnah wal Jama'ah dari berbagai mazhab, dari berbagai generasi, berbagai belahan dunia, dan berbagai bidang keilmuan yang berbeda.

Biodata Penulis

Syaikh Idahram adalah pemerhati gerakan-gerakan Islam, lahir di Tanah Jawa, pada tahun I970an. Ketertarikannya terhadap fenomena Salafi Wahabi terpupuk sejak ia melanglang buana dan belajar ke Timur Tengah, bertalaqqi kepada para masyayikh di sana dan berdiskusi dengan para ustadz.

Dalam upaya pencariannya itu, penulis pernah menjadi anggota organisasi Muhammadiyah beberapa tahun, aktif dalam liqa' PKS (Partai Keadilan Sejahtera) selama 4 tahun, pengurus kajian Hizbut Tahrir selama 2 tahun, pejabat teras ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), hingga akhirnya berlabuh dan basah kuyup dalam tasawuf dengan berbai'at kepada seorang syaikh.

Maraknya gerakan Islam garis keras di Indonesia, serta dorongan dari berbagai pihak, membuat dirinya memutuskan untuk menuliskan apa yang diamatinya selama ini tentang Salafi Wahabi. Ia sempat ragu ketika beberapa kawan mengingatkannya tentang teror yang kerap kali terjadi terhadap para pengkritik faham ini. Akan tetapi, atas rekomendasi dari para masyayikh, penulis akhirnya memutuskan untuk tetap menuliskan penelitiannya dengan menyiasati penggunaan nama pena, yaitu Syaikh Idahram.

Buku Trilogi Data dan Fakta Penyimpangan sekte Salafl Wahabi ini hadir sebagai titik kulminasi dari rasa prihatin penulis terhadap persatuan dan ukhuwah umat Islam yang saat ini sangat meradang dan hanya tinggal wacana. Dia mencoba berpikir keras, dari mana persatuan umat ini harus dimulai. Hingga akhirnya, pencarian dan penelitian yang dilakukannya selama 9 tahun, mulai 2001 s.d. 2010, membuahkan buku sederhana di tangan pembaca ini.

Untuk sementara waktu, penulis hanya membuka ruang dialog melalui media email. Terimakasih banyak.
Posted on 14.15 / 3 komentar / Read More
 
Copyright © 2011 . Toko Buku ASWAJA . All Rights Reserved
Home | Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Site map
Design by Herdiansyah . Published by Borneo Templates